pernahkah kamu merasa tertinggal di belakang ketika teman-temanmu sudah berada di depan?
pernahkah kamu merasa tak berarti ketika berada di bagian kelompok tertentu?
pernahkah kamu merasa sendiri ketika di sekitarmu begitu ramai?
pernahkah kamu merasa jauh dari orang-orang yang membuat kamu merasa berarti?
pernahkah kamu merasa butuh di dekat orang-orang yang membuat kamu merasa berarti?
Aku pernah,
aku pernah merasakannya.
Aku rindu sosok itu,
Sosok yang membuatmu berarti ketika orang-orang menyepelekanmu,
sosok yg selalu membuatmu tersenyum ketika kamu merasa terkucilkan,
sosok yg selalu mendukungmu dalam kondisi apapun.
Tapi kupikir, selama ku memikirkannya aku tidak akan merubah apapun,
yg ada mereka akan merisaukan keberadaan aku.
Kaku, iya mungkin terlalu kaku pemikiranku.
Bandung, 04 Juni 2014
"Sesungguhnya harapan itu selalu ada untuk orang yang berusaha. Berusahalah, maka harapan itu ada." -anonym-
Rabu, 02 Juli 2014
Sabtu, 10 Mei 2014
CONGRADUATION KESAYANGAN !
Khrisnavidya Retno Amurwani, S.Psi
Mawaddah Fitriyah, S.Psi
Mega Pratiwi, S.Psi
Nurul Riski, S.Psi
Selamat menempuh hidup baru kesayangan!
Selamat atas dedikasinya.
Selamat melanjutkan estafet kehidupan selanjutnya.
Ditunggu kabar-kabar baik selanjutnya.
SUKSES! SUKSES! SUKSES!
SUKSEEEEEEEEEEEEEEESSSSS!!!
Kalo nikah, jangan lupa ngundang-ngundang yaa. hihi
I'll be missing you, honey :*
Letaknya di balik hati setiap manusia
Tidak semua orang berprasangka baik padamu,
tapi setidaknya berprasangka baiklah pada semua orang.
Niat baik akan menjadi buruk di mata orang,
karena setiap orang akan memaknainya berbeda-beda.
Seperti halnya sebuah pisau.
Mungkin bagi pedagang buah,
jika ia melihat sebuah pisau, ia akan menggunakannya untuk memotong buah.
Tapi bagi para penjahat,
jika ia melihat pisau, ia akan menggunakannya sebagai senjata untuk membunuh.
Dua hal yg berbeda dalam pemaknaan sebuah benda.
Begitupun niat baik seorang, awalnya niat itu baik.
Tapi perlu diingat, niat itu letaknya di balik hati setiap manusia.
Jadi baik buruknya niat seseorang tidak dapat dilihat dari mulut ataupun parasnya.
Bahkan mungkin orang terdekat yg kamu anggap adalah orang terbaik yang selalu ada di sampingmu,
bisa saja menyimpan sesuatu di balik paras dan lidahnya yg indah.
Tapi perlu diingat lagi, hal itu hanya Dia
hanya Dia, hanya Allah Yang maha Tahu akan segala sesuatu di balik hati manusia itu.
Jangan takut orang-orang akan membencimu,
dibalik sikapnya yg lembut,
dibalik kata-kanya yg rupawan.
Karena sesungguhnya semua itu hanya dihadapan Tuhan-lah ia akan mempertanggungjawabkannya.
Ingatlah kawan!
Ketika tiba saatnya mulut dikunci,
Hanya tangan, mata, telinga, kaki, dan hati yang akan berbicara.
Ingatlah saat waktunya tiba, tak akan ada lagi yg tersembunyi.
Seperti lagunya, "Peter Pan", 'buka dulu topengmu'
Lakukan sesuai apa kata hatimu,
Cerminkan itu dalam lisan dan sikapmu,
maka orang akan menilai bahwa itu adalah sebenar-benarnya kamu.
Bahwa itu adalah KAMU,
DIRIMU!
Jadilah dirimu seutuhnya,
sehingga orang-orang akan menghargai kamu sebagai KAMU.
-pesan hati yg tersembunyi dibalik figurnya yg sabar dan bersahaja, MUNGKIN!-
tapi setidaknya berprasangka baiklah pada semua orang.
Niat baik akan menjadi buruk di mata orang,
karena setiap orang akan memaknainya berbeda-beda.
Seperti halnya sebuah pisau.
Mungkin bagi pedagang buah,
jika ia melihat sebuah pisau, ia akan menggunakannya untuk memotong buah.
Tapi bagi para penjahat,
jika ia melihat pisau, ia akan menggunakannya sebagai senjata untuk membunuh.
Dua hal yg berbeda dalam pemaknaan sebuah benda.
Begitupun niat baik seorang, awalnya niat itu baik.
Tapi perlu diingat, niat itu letaknya di balik hati setiap manusia.
Jadi baik buruknya niat seseorang tidak dapat dilihat dari mulut ataupun parasnya.
Bahkan mungkin orang terdekat yg kamu anggap adalah orang terbaik yang selalu ada di sampingmu,
bisa saja menyimpan sesuatu di balik paras dan lidahnya yg indah.
Tapi perlu diingat lagi, hal itu hanya Dia
hanya Dia, hanya Allah Yang maha Tahu akan segala sesuatu di balik hati manusia itu.
Jangan takut orang-orang akan membencimu,
dibalik sikapnya yg lembut,
dibalik kata-kanya yg rupawan.
Karena sesungguhnya semua itu hanya dihadapan Tuhan-lah ia akan mempertanggungjawabkannya.
Ingatlah kawan!
Ketika tiba saatnya mulut dikunci,
Hanya tangan, mata, telinga, kaki, dan hati yang akan berbicara.
Ingatlah saat waktunya tiba, tak akan ada lagi yg tersembunyi.
Seperti lagunya, "Peter Pan", 'buka dulu topengmu'
Lakukan sesuai apa kata hatimu,
Cerminkan itu dalam lisan dan sikapmu,
maka orang akan menilai bahwa itu adalah sebenar-benarnya kamu.
Bahwa itu adalah KAMU,
DIRIMU!
Jadilah dirimu seutuhnya,
sehingga orang-orang akan menghargai kamu sebagai KAMU.
-pesan hati yg tersembunyi dibalik figurnya yg sabar dan bersahaja, MUNGKIN!-
Minggu, 22 Desember 2013
22 Desember 2013 yang konon katanya Hari Ibu
22 Desember 2013
Orang bilang hari ini adalah hari ibu
Orang bilang hari ini adalah hari dimana anak-anak mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih nya kepada ibu mereka
Orang bilang hari ini adalah hari untuk memperingati engkau, bu
Pada hari ini orang-orang mengirimkan bunga yang cantik untukmu, bu
Pada hari ini pula orang-orang memberikan pelukan hangat untukmu
Pada hari ini pula orang-orang membisikkan, "Aku sayang Ibu", kepadamu
Pada hari ini pula orang-orang mengistimewakanmu, bu
Tapi bagi kami,
hari ini hanyalah seperti hari-hari biasanya
Hari ini, tgl 22 Desember 2013 adalah hari-hari seperti biasanya, bu
Hari-hari dimana engkau selalu memperhatikan kami
Hari-hari dimana saling memberikan pelukan hangat
Hari-hari dimana saling bercanda tawa bersama
Hari-hari dimana selalu memberikan dukungan
Hari-hari dimana engkau selalu kami sayangi dan kami cintai, bu
Bu, mungkin kami hanyalah anak biasa
Anak yang terlahir biasa
Anak yang tumbuh dan kembang seperti biasanya
Tapi bagi kami, engkau adalah IBU YANG LUAR BIASA
Kami cinta ibu,
Kami sayang ibu,
dan kami pun selalu sayang ibu
We love you, Mom :*
Teruntuk ibu yang selalu kami sayangi,
Ibu Dra.Hj. Rosita Tjapah
-Teteh, Kakak, dan Adek-
Jumat, 05 Juli 2013
KADO TERINDAH UNTUKMU, AYAH
Jumat, 05 Juli 2013
Di Hari Jumat-Mu yang penuh berkah ini..
di hari terbaik-Mu ini..
Ku persembahkan hasil tetesan keringat, usaha, dan do’a orang-orang tersayang ini untukmu, ayah..
Ayah yang setiap hari banting tulang dan kerja keras demi membahagiakan orang-orang tersayang, terutama ibu, tisa, dan nadhiya..
Ayah..
Pahlawan dan ayah terbaik yang pernah ku miliki..
Di hari usiamu genap 52 tahun ini, kupersembahkan hasil pertanggungjawaban ini untukmu..
Walaupun hasilnya tidak sesempurna Sang Maha Pemilik Kesempurnaan, namun inilah hasil dan usaha optimalku.
Semoga ini dapat menjadi kado terbaik untukmu selama 22 tahun aku terlahir ke dunia ini..
Tak banyak yang dapat ku berikan, namun ku harap setidaknya ini dapat menjadi kado terindah untukmu, ayah.
Barakallah untuk usiamu, sehat selalu, dan semoga makin disayang sama Allah, ibu, tisa, nadhiya, dan orang-orang tersayang.
Ibu...
Bidadariku di dunia.
Terima kasih untuk doa yang tak pernah henti kau derapkan,
Terima kasih telah menjadi tempat berbagi ku untuk bercerita,
Terima kasih telah menjadi teman, kakak, dan ibu terbaik yang pernah ku miliki.
Hasil pertanggungjawaban ini pun kupersembahkan untukmu, ibu.
Ibu yang telah menjadikanku seperti sekarang ini.
Ibu yang selalu dan tak pernah berhenti untuk ku rindukan.
Kedua saudari ku tersayang,
Tisa dan Nadhiya..
Terima kasih untuk semua kasih sayang yang tak henti-hentinya.
Yang tak pernah berhenti mendo’akan dan yang tak pernah berhenti mendukung.
Pertanggungjawaban ini pun kepersembahkan untuk kalian, sayang..
Teteh sayang kalian.
Teruslah menjadi estafet keluarga yang selalu Allah cintai.
#Hari dimana menjadi saksi sejarah Hidupku
Alhamdulillah.
Segala Puji hanya untuk-Mu Yaa Rabbi Pemilik Kesempurnaan.
Sabtu, 08 Juni 2013
NOSTALGI(L)A #3
Akhirnya...
Atas permintaan pelaku, saya akan melanjutkan #ending dari cerita ini.
Maaf ya baru bisa memenuhi permintaannya. hihi.
Si Tono, Budi, dan Saya.. Apa akhir dari cerita ini??
Penasaran kan pasti??
Oke, kita mulai bercerita..
Oke, singkat cerita kami semua berteman baik ^_^
Si Tono yang memiliki jiwa kepribadian A (hasil analisis sendiri hehe..) dimana selalu berjuang dan ga pernah ada kata kalah atau pun menjadi yang tertinggal di kamus kehidupannya pun sepertinya sukses dalam karir dan perjalanannya :D (Sukses ya! Semoga barakah di setiap detiknya :D)
Tidak terlalu banyak yang saya tahu sih, ya berhubung udah jarang komunikasi lagi.
Tapi sepertinya dia menjadi pribadi yang lebih baik (Semoga aamiin :))
Saran dari saya cuma kurangin melankolisnya yaa dan lebih jujur sama diri sendiri (*nasehatin diri sendiri juga sih sebenarnya* hha)
Lalu bagaimana dengan Si Budi?
Si Budi sih sepertinya juga menjadi jiwa yang lebih kuat, di samping jiwa melankolisnya. Ya saya pun bingung harus menceritakan apa, saya juga kurang tau banyak tentang si Budi (Abis si Budi nya tertutup sih. hhi)
Kedekatan saya padanya pun sebenarnya tak jauh beda seperti kedekatan dengan teman biasa (bener deh!)
Hanya saja waktu itu lagi masanya putih abu-abu, jadinya ya gitu deh (tahu kan maksudnya. hhe)
Tapi makasih ya untuk semuanya, apapun itu :D *senyum gigi putih*
Yang saya liat sih dia sepertinya sedang berusaha untuk jujur pada dirinya sendiri.
Hmmm.. saya jadi keinget sama acara TV kemaren-kemaren, yang intinya
Ga ada yang salah kok sama semua yang udah terjadi, semua adalah proses. Jadi lebih berbaikan sama diri sendiri aja dulu :) Semoga ke depannya menjadi pribadi yang lebih baik lagi yaa :)) Semangat!!
Lalu bagaimana dengan saya sendiri?
Saya ya begini..
Semua akan menjadi kisah sekaligus pelajaran dalam hidup saya.
Itu semua terkadang bisa membuat saya senyum-senyum sendiri dan bahkan bisa membuat saya jadi melow *hahaha*
Namanya warna kan ga putih atau hitam aja kan?
Kadang ada merah, hijau, biru, kuning, abu-abu, ungu, dan lainnya.
Semua tergantung dari diri kita sendiri bagaimana mau menyikapinya, yang penting jangan jadikan itu beban.
Lebih bersahabat dengan diri sendiri untuk saat ini sepertinya pilihan yang tepat.
Semoga kedepannya kita semua dapat mengenang ini menjadi suatu warna yang dapat menggambarkan "PELANGI KEHIDUPAN" kita yaa.
Ana uhibbukum fillah :)
Atas permintaan pelaku, saya akan melanjutkan #ending dari cerita ini.
Maaf ya baru bisa memenuhi permintaannya. hihi.
Si Tono, Budi, dan Saya.. Apa akhir dari cerita ini??
Penasaran kan pasti??
Oke, kita mulai bercerita..
Oke, singkat cerita kami semua berteman baik ^_^
Si Tono yang memiliki jiwa kepribadian A (hasil analisis sendiri hehe..) dimana selalu berjuang dan ga pernah ada kata kalah atau pun menjadi yang tertinggal di kamus kehidupannya pun sepertinya sukses dalam karir dan perjalanannya :D (Sukses ya! Semoga barakah di setiap detiknya :D)
Tidak terlalu banyak yang saya tahu sih, ya berhubung udah jarang komunikasi lagi.
Tapi sepertinya dia menjadi pribadi yang lebih baik (Semoga aamiin :))
Saran dari saya cuma kurangin melankolisnya yaa dan lebih jujur sama diri sendiri (*nasehatin diri sendiri juga sih sebenarnya* hha)
Lalu bagaimana dengan Si Budi?
Si Budi sih sepertinya juga menjadi jiwa yang lebih kuat, di samping jiwa melankolisnya. Ya saya pun bingung harus menceritakan apa, saya juga kurang tau banyak tentang si Budi (Abis si Budi nya tertutup sih. hhi)
Kedekatan saya padanya pun sebenarnya tak jauh beda seperti kedekatan dengan teman biasa (bener deh!)
Hanya saja waktu itu lagi masanya putih abu-abu, jadinya ya gitu deh (tahu kan maksudnya. hhe)
Tapi makasih ya untuk semuanya, apapun itu :D *senyum gigi putih*
Yang saya liat sih dia sepertinya sedang berusaha untuk jujur pada dirinya sendiri.
Hmmm.. saya jadi keinget sama acara TV kemaren-kemaren, yang intinya
Sepertinya kata-kata itu cocok untukmu saat ini. (*sok tau* hihi)"Lakukanlah apa yang ingin dan dapat kamu lakukan,bukan apa yang orang lain katakan."
Ga ada yang salah kok sama semua yang udah terjadi, semua adalah proses. Jadi lebih berbaikan sama diri sendiri aja dulu :) Semoga ke depannya menjadi pribadi yang lebih baik lagi yaa :)) Semangat!!
Lalu bagaimana dengan saya sendiri?
Saya ya begini..
Semua akan menjadi kisah sekaligus pelajaran dalam hidup saya.
Itu semua terkadang bisa membuat saya senyum-senyum sendiri dan bahkan bisa membuat saya jadi melow *hahaha*
Namanya warna kan ga putih atau hitam aja kan?
Kadang ada merah, hijau, biru, kuning, abu-abu, ungu, dan lainnya.
Semua tergantung dari diri kita sendiri bagaimana mau menyikapinya, yang penting jangan jadikan itu beban.
Lebih bersahabat dengan diri sendiri untuk saat ini sepertinya pilihan yang tepat.
Semoga kedepannya kita semua dapat mengenang ini menjadi suatu warna yang dapat menggambarkan "PELANGI KEHIDUPAN" kita yaa.
Ana uhibbukum fillah :)
-THE END-
Senin, 18 Februari 2013
Korban "Flight"
Hmmm.. Tetiba ingin menulis quotation seseorang lagi (sebut saja: Wati) hhee.. ^_^
Sekarang lagi musim-musimnya hujan, dingin brrr~
Selain itu, banjir pun dimana-mana..
Tapi disini saya tidak ingin memaparkan hal tersebut, saya hanya ingin menyampaikan sebuah quotation si Wati itu saja. hehe
Begini kronologinya...
Mahasiswa tingkat akhir (jreng~jreng~jreng~), apa hubungannya? :|
Gitar pun terpetik dan hujan pun turun (rada melow yaa. hhe)
Suatu ketika, saat kami para penghuni kosan (sebut saja Rumah Jasmine - yang sebenarnya) ingin membeli makan di luar, ga ada angin ga ada ujan, ga ada pula petir menyambar, tiba-tiba si Wati ngomong gini,
Terus saya cuma bisa bingung sambil mengkerutkan kening, berfikir lebih keras, berfikir dan berfikir apa sebenarnya maknanya. Hmm. langsung saya tanya aja, "Apa sih maksudnya?"
Eh, dia malah senyum-senyum doang.
Setelah saya teliti (kayak detektif aja) haha. ternyata Si Wati begono karena sindrom pasca nonton drama Korea (wualaaah... gubrak!) Pantesan seharian dia melow-melow gitu. hihi.
Jadi kesimpulannya, kalo kita ngeliyat atau ngerasa teman kita lagi melowlita abis, jangan nge judge dia lagi sedih atau terlalu sensitif. Karena bisa jadi itu efek dari nonton drama apapun itu atau justru nonton kisah sesungguhnya. hahaha (just have fun yoo ^_^9)
Sekarang lagi musim-musimnya hujan, dingin brrr~
Selain itu, banjir pun dimana-mana..
Tapi disini saya tidak ingin memaparkan hal tersebut, saya hanya ingin menyampaikan sebuah quotation si Wati itu saja. hehe
Begini kronologinya...
Mahasiswa tingkat akhir (jreng~jreng~jreng~), apa hubungannya? :|
Gitar pun terpetik dan hujan pun turun (rada melow yaa. hhe)
Suatu ketika, saat kami para penghuni kosan (sebut saja Rumah Jasmine - yang sebenarnya) ingin membeli makan di luar, ga ada angin ga ada ujan, ga ada pula petir menyambar, tiba-tiba si Wati ngomong gini,
"Aku menangis bukan karena aku sedih, aku menangis karena angin berhembus."Lalu apa yang terjadi? Saya kaget dong! Tiba-tiba dia bilang gitu kagak pake kode apa gitu. hha
Terus saya cuma bisa bingung sambil mengkerutkan kening, berfikir lebih keras, berfikir dan berfikir apa sebenarnya maknanya. Hmm. langsung saya tanya aja, "Apa sih maksudnya?"
Eh, dia malah senyum-senyum doang.
Setelah saya teliti (kayak detektif aja) haha. ternyata Si Wati begono karena sindrom pasca nonton drama Korea (wualaaah... gubrak!) Pantesan seharian dia melow-melow gitu. hihi.
Jadi kesimpulannya, kalo kita ngeliyat atau ngerasa teman kita lagi melowlita abis, jangan nge judge dia lagi sedih atau terlalu sensitif. Karena bisa jadi itu efek dari nonton drama apapun itu atau justru nonton kisah sesungguhnya. hahaha (just have fun yoo ^_^9)
Langganan:
Postingan (Atom)









