"Sesungguhnya harapan itu selalu ada untuk orang yang berusaha. Berusahalah, maka harapan itu ada." -anonym-

Jumat, 12 Desember 2014

Sepucuk Surat Hijrah (35 mounths ago)

Sekarang ku mengerti..
Ku mengerti apa arti dari warna yang kita lukiskan bersama di kanvas ini..
Terima kasih untuk semua warna yang telah kita rasakan bersama.
Terima kasih untuk warna syahdu yang telah kau tunjukkan kepadaku..
Dan yang terpenting, terima kasih untuk garis tegas yang kau lukiskan tajam.
Semoga ini adalah keputusan terbaik yang telah kita putuskan bersama..
Semoga ujian ini membuat kita lebih kuat dari sebelumnya..

"Tuhan bila waktu dapat ku putar kembali, sekali lagi untuk mencintanya. Namun bila waktu ku telah habis dengannya, biarkan cinta ini hidup untuk sekali ini saja"

Warna itu begitu indah untuk dihapuskan.
Walaupun sudah ku coba untuk menghapusnya, namun masih ada sisa-sisa bayangan dari warna itu.
Warna itu begitu mewarnaiku, sangat sulit untuk aku menghapusnya.
Tapi aku HARUS menghapusnya.
Maafkan warna yang seharusnya tidak kulukiskan di kanvas hatimu.
Kita sama-sama belajar dari ini semua.
Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki keadaan.
Untuk memperbaiki ke keadaan yang lebih baik.

Semoga doa-doa yang kita panjatkan kepada-Nya akan mendapatkan yang terbaik untuk bersama.

Mata punya hak untuk menangis, begitu pun dengan hati ini, punya hak untuk merasakan sedih dan perihnya.
Menangislah..
Bersedihlah..
Hingga tak bersisa dan membekas..
Tapi jangan jadikan ini berlarut-larut.
Cukup hingga semuanya tertumpahkan.
Aku yakin kita sama-sama kuat menjalani ini.

-aku mencintaimu karena Allah, Sang Maha Pemberi Cinta-

Jum'at, 200112

Luka yang Terluka

Aku pernah menyakiti hati orang lain
Aku pun pernah merasakan apa itu sakit hati
Tapi tak pernah ku sangka,
Ternyata rasa sakit itu akan lebih sakit lagi ketika kita sudah mulai menutup luka itu,
Ketika luka itu sudah mulai kering, bahkan sudah mau tertutupi oleh sel yg baru,
Tetapi ketika itu semua terjadi,
Ketika semua itu terjadi,
Luka itu kembali dikorek di tempat yang sama,
Luka itu kembali basah dan berdarah-darah di tempat luka yang pernah ada
Rasanya, sakitnya luar biasa
Luar biasa sakit yg ku alami,
Tak dapat dibandingkan dengan rasanya sakit hati yang sudah pernah ku alami,
Tak dapat dibandingkan dengan luka pertama yg pernah ku rasakan
Rasanya menangis pun tak dapat ku lakukan,
Karena air mata pun enggan untuk keluar.

Untuk semua yg pernah menyakiti ataupun tersakiti,
Jangan lah pernah mengorek luka yg pernah ada,
Karena bisa jadi luka itu perlahan sudah mulai tergantikan oleh yang baru
Walaupun tidak seperti sebelum terjadinya luka, setidaknya akan membentuk sel yang baru
Sel yang belum terkontaminasi apa-apa
Sel yang masih belajar dari nol kembali

Belajarlah dari rasa sakit yang pernah kita alami,
Ataupun kita lakukan tanpa sengaja ataupun yang disengaja

Belajarlah akan itu !

Rabu, 02 Juli 2014

Merindu

Melihat dan membayangkan masa lalu itu terkadang membuat senyum-senyum sendiri
Gila sih nggak, tapi ga tau kenapa bibir ini ketarik sendiri.
Lucu sih nggak juga, tapi rada geli sih.
Apa sih? haha

Nggak bermaksud mengingat, nggak bermaksud membayangkan,
cuma terbesit sesaat kok
Sesaat aja kok.
Kalau sudah sadar, langsung balik lagi ke realita

Ehem, balik ke realita
Tak banyak yang berubah sih,
Cuma mungkin pemikirannya yang sedikit berubah,
prinsip mah tetep!

Menyukuri dan menikmati yang  terjadi itu caranya
Nggak susah kok, cuma nikmati, husnudzon ma Yang Memberi
Tapi berusaha jangan lupa coy!

HIdup itu terkadang membuat yang menghidupkan itu menjadi hidup
Apa maksudnya?
Pikirikan dan tanya dengan rumput yang bergoyang *kalo ada* haha
*nggak usah dipikirin yaa, anggap aja angin lewat*
haha

Nggak tau mau nulis apa, tapi sungguh ini jari jemari seolah lincah sekali bagaimana ia bergoyang
Mengikuti aja alur pikiran yang ada
Nggak tau nyambung apa nggak tulisannya, tapi rasanya kangen banget nulis-nulis apa pun itu
Mulai dari yang galau, yang sok mikir, sampai yang romantis-romantisan
haha

Hmmm.. Bagaimana memberhentikan jari jemari ini?
Rasanya masih ingin menari di atas keyboard lepita yang sudah tidak tergolong muda lagi
Ceritanya kemarin lepita yang sudah tidak muda lagi ini baru dimanjain di tempatnya.
Makanya sepertinya senang sekali sampai manggil-manggil terus

Apa sih?
Kemana aja ceritanya yang penting jari jemari masih ingin menari nih.
Haduh, bagaimana memberhentikannya?
Aku pun tak tahu.
Sudah gila sepertinya, sudah tidak mampu memberhentikan nya

Tolong akuuuu!
Jari jemari masih dengan lentik dan lincahnya menari-nari,
seolah-olah tidak ada rasa lelah
Padahal alam pun sudah tidur dengan damai

Lihatlah, angin pun sudah mulai berhembus dengan lembut
Langit pun sudah mulai tentramnya memalamkan bumi
Bagaimana ini?

Aku harus menyudahinya
Sudah ya jari jemari yang cantik, nanti kita lanjutin lagi
"nggak mau, aku masih mau menari-nari!"
haduh, bagaimana ini?

23:43 02/07/2014

CONGRADUATION!

Ceritanya sahabatku yang cantik ini tanggal 25 Juni 2014 kemarin baru melewati masa sarjananya. Sarjana muda Gizi coy, cantik pula. Hayooo, para mertua yang mengidam-idamkan menantu cantik macam ini, segera sikat, ntar keburu diambil yang lain. haha *becanda, becanda :)* Tapi emang cantik kok. Namanya Dian Tirta Annisa, sekarang sudah ada buntutnya, menjadi : DIAN TIRTA ANNISA, S.Gz. Barakallah sayaaang!  Lima tahun yang lalu ceritanya kami masih satu almamater di SMANDA tercinta katanya. hihi Lho? kok katanya, ya kan bagi yang mencintai saja. haha. Apa sih? Intinya sahabatku ini baru wisuda coy :) CONGRADUATION! Tapi sayang, aku tak sempat untuk menyaksikan langsung dan tentunya belum sempat untuk berfoto dan mengabadikan moment-moment bersejarah itu. Maapkan akuuu sobaaat! Walaupun aku tak hadir, tapi percayalah aku pun merasakan euforianya dari jauh *sedikit lebay* hahaha. Semoga cepet dapet kerjaan yang betah yaa, dan semoga cepet dapet bujangan yang langsung melamar ke rumah. Aamiin :) Sekali lagi, Congraduation honey! Selamat atas dedikasinya menempuh sarjana muda. Kangeeeen deh. Salam peluk dan cium dari jauh :* 

M.E.L.A.N.K.O.L.I.S

Idealisme..
Terkadang seseorang begitu dianggap berbeda, aneh, dan bahkan mungkin menjadi malapetaka dalam perkumpulannya hanya karena ideloginya.
Idealogi itu penting kaum muda..
Mungkin sekarang dianggap aneh, tapi itu hanya pandangan orang-orang saja..
Belum tentu yang menciptakan-Mu memandang seperti itu..

Menjadi diri sendiri itu terakadang menyakitkan,
Terkadang mayoritas tidak suka,
Terkadang mayoritas menganggapnya aneh,
dan terkadang pun menganggap itu sesuatu yang harus dijauhkan.
Padahal pepatah dulu mengatakan bahwa "Menjadi diri sendiri itu lebih penting daripada memikirkan apa kata orang."
Sekarang apa itu bisa diterapkan?

Membuat bahagia orang-orang di sekitar kita emang suatu kewajiban, tapi bukankah menjadi diri sendiri itu pun merupakan hak kita?
Sungguh mirisnya ketika seseorang dianggap malah menjadi malapetaka dalam kelompoknya, padahal sesungguhnya ia melakukan itu semua untuk kebaikan semua.
Jujur itu penting kawan!
Sepahit apa pun itu, jika kamu jujur maka akan ringan menjalankannya.
Namun jika kamu hanya memikirkan kenikmatan semata dan dengan kedustaan itu, maka kau akan selalu berjalan di bawah kedustaan itu.
Apa bisa benar-benar bisa menikmati hasilnya?

Bukan men-judge, bukan juga menilai.
Semua orang bebas mengungkapkan pendapatnya,
semua orang bebas mengatakan apa yang ia rasakan,
tapi kembali lagi bagaimana cara mengungkapkannya.
Asertifkah?

Melankolis..
Melankolis itu sensitif..
Melankolis itu perfectionis..
Melankolis itu ya melankolis..
Mengapa seseorang itu hanya melihat dari sisi negatifnya?
Walaupun melankolis itu sesnsitif, tapi ia tahu bagaimana menghadapi perasaan seseorang walaupun itu sebenarnya meyakitkan untuk perasaannya sendiri..
Walaupun melankolis itu perfectionis, tapi ia sungguh giat dalam pencapaian tujuannya itu.
Bisakah melihatnya dari sisi positifnya?

Sekali lagi tak ada yang salah, dan tak ada yang benar..
Semua sama-sama bebas mengungkapkan pendapatnya..
Ungkapkan apa menurut pendapatmu, tapi jangan keras kepala juga kalau ada yang meluruskan.
Setidaknya, aseftf dalam menghadapainya..

Bandung,
7:02 AM  08/11/2013

Arti Sebuah Kehadiran.

pernahkah kamu merasa tertinggal di belakang ketika teman-temanmu sudah berada di depan?
pernahkah kamu merasa tak berarti ketika berada di bagian kelompok tertentu?
pernahkah kamu merasa sendiri ketika di sekitarmu begitu ramai?
pernahkah kamu merasa jauh dari orang-orang yang membuat kamu merasa berarti?
pernahkah kamu merasa butuh di dekat orang-orang yang membuat kamu merasa berarti?

Aku pernah,
aku pernah merasakannya.
Aku rindu sosok itu,
Sosok yang membuatmu berarti ketika orang-orang menyepelekanmu,
sosok yg selalu membuatmu tersenyum ketika kamu merasa terkucilkan,
sosok yg selalu mendukungmu dalam kondisi apapun.

Tapi kupikir,  selama ku memikirkannya aku tidak akan merubah apapun,
yg ada mereka akan merisaukan keberadaan aku.

Kaku, iya mungkin terlalu kaku pemikiranku.

Bandung, 04 Juni 2014

Sabtu, 10 Mei 2014

CONGRADUATION KESAYANGAN !

 Khrisnavidya Retno Amurwani, S.Psi
 Mawaddah Fitriyah, S.Psi
 Mega Pratiwi, S.Psi
 Nurul Riski, S.Psi
Selamat menempuh hidup baru kesayangan!
Selamat atas dedikasinya.
Selamat melanjutkan estafet kehidupan selanjutnya.
Ditunggu kabar-kabar baik selanjutnya.
SUKSES! SUKSES! SUKSES!
SUKSEEEEEEEEEEEEEEESSSSS!!!
Kalo nikah, jangan lupa ngundang-ngundang yaa. hihi
I'll be missing you, honey :*

Letaknya di balik hati setiap manusia

Tidak semua orang berprasangka baik padamu,
tapi setidaknya berprasangka baiklah pada semua orang.

Niat baik akan menjadi buruk di mata orang,
karena setiap orang akan memaknainya berbeda-beda.

Seperti halnya sebuah pisau.
Mungkin bagi pedagang buah,
jika ia melihat sebuah pisau, ia akan menggunakannya untuk memotong buah.
Tapi bagi para penjahat,
jika ia melihat pisau, ia akan menggunakannya sebagai senjata untuk membunuh.

Dua hal yg berbeda dalam pemaknaan sebuah benda.

Begitupun niat baik seorang, awalnya niat itu baik.
Tapi perlu diingat, niat itu letaknya di balik hati setiap manusia.
Jadi baik buruknya niat seseorang tidak dapat dilihat dari mulut ataupun parasnya.
Bahkan mungkin orang terdekat yg kamu anggap adalah orang terbaik yang selalu ada di sampingmu,
bisa saja menyimpan sesuatu di balik paras dan lidahnya yg indah.

Tapi perlu diingat lagi, hal itu hanya Dia
 hanya Dia, hanya Allah Yang maha Tahu akan segala sesuatu di balik hati manusia itu.

Jangan takut orang-orang akan membencimu,
dibalik sikapnya yg lembut,
dibalik kata-kanya yg rupawan.

Karena sesungguhnya semua itu hanya dihadapan Tuhan-lah ia akan mempertanggungjawabkannya.

Ingatlah kawan!

Ketika tiba saatnya mulut dikunci,
Hanya tangan, mata, telinga, kaki, dan hati yang akan berbicara.
Ingatlah saat waktunya tiba, tak akan ada lagi yg tersembunyi.

Seperti lagunya, "Peter Pan", 'buka dulu topengmu'
Lakukan sesuai apa kata hatimu,
Cerminkan itu dalam lisan dan sikapmu,
maka orang akan menilai bahwa itu adalah sebenar-benarnya kamu.

Bahwa itu adalah KAMU,
DIRIMU!
Jadilah dirimu seutuhnya,
sehingga orang-orang akan menghargai kamu sebagai KAMU.

-pesan hati yg tersembunyi dibalik figurnya yg sabar dan bersahaja, MUNGKIN!-

Minggu, 22 Desember 2013

22 Desember 2013 yang konon katanya Hari Ibu







22 Desember 2013
Orang bilang hari ini adalah hari ibu
Orang bilang hari ini adalah hari dimana anak-anak mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih nya kepada ibu mereka
Orang bilang hari ini adalah hari untuk memperingati engkau, bu
Pada hari ini orang-orang mengirimkan bunga yang cantik untukmu, bu
Pada hari ini pula orang-orang memberikan pelukan hangat untukmu
Pada hari ini pula orang-orang membisikkan, "Aku sayang Ibu", kepadamu
Pada hari ini pula orang-orang mengistimewakanmu, bu
Tapi bagi kami,
hari ini hanyalah seperti hari-hari biasanya
Hari ini, tgl 22 Desember 2013 adalah hari-hari seperti biasanya, bu

Hari-hari dimana engkau selalu memperhatikan kami
Hari-hari dimana saling memberikan pelukan hangat
Hari-hari dimana saling bercanda tawa bersama
Hari-hari dimana selalu memberikan dukungan
Hari-hari dimana engkau selalu kami sayangi dan kami cintai, bu
Bu, mungkin kami hanyalah anak biasa
Anak yang terlahir biasa
Anak yang tumbuh dan kembang seperti biasanya
Tapi bagi kami, engkau adalah IBU YANG LUAR BIASA

Kami cinta ibu,
Kami sayang ibu,
dan kami pun selalu sayang ibu



We love you, Mom :*



Teruntuk ibu yang selalu kami sayangi,
Ibu Dra.Hj. Rosita Tjapah

-Teteh, Kakak, dan Adek-

Jumat, 05 Juli 2013

KADO TERINDAH UNTUKMU, AYAH


Jumat, 05 Juli 2013

Di Hari Jumat-Mu yang penuh berkah ini..
di hari terbaik-Mu ini..
Ku persembahkan hasil tetesan keringat, usaha, dan do’a orang-orang tersayang ini untukmu, ayah..
Ayah yang setiap hari banting tulang dan kerja keras demi membahagiakan orang-orang tersayang, terutama ibu, tisa, dan nadhiya..

Ayah..
Pahlawan dan ayah terbaik yang pernah ku miliki..
Di hari usiamu genap 52 tahun ini, kupersembahkan hasil pertanggungjawaban ini untukmu..
Walaupun hasilnya tidak sesempurna Sang Maha Pemilik Kesempurnaan, namun inilah hasil dan usaha optimalku.
Semoga ini dapat menjadi kado terbaik untukmu selama 22 tahun aku terlahir ke dunia ini..
Tak banyak yang dapat ku berikan, namun ku harap setidaknya ini dapat menjadi kado terindah untukmu, ayah.
Barakallah untuk usiamu, sehat selalu, dan semoga makin disayang sama Allah, ibu, tisa, nadhiya, dan orang-orang tersayang.

Ibu...
Bidadariku di dunia.
Terima kasih untuk doa yang tak pernah henti kau derapkan,
Terima kasih telah menjadi tempat berbagi ku untuk bercerita,
Terima kasih telah menjadi teman, kakak, dan ibu terbaik yang pernah ku miliki.
Hasil pertanggungjawaban ini pun kupersembahkan untukmu, ibu.
Ibu yang telah menjadikanku seperti sekarang ini.
Ibu yang selalu dan tak pernah berhenti untuk ku rindukan.

Kedua saudari ku tersayang,
Tisa dan Nadhiya..
Terima kasih untuk semua kasih sayang yang tak henti-hentinya.
Yang tak pernah berhenti mendo’akan dan yang tak pernah berhenti mendukung.
Pertanggungjawaban ini pun kepersembahkan untuk kalian, sayang..
Teteh sayang kalian.
Teruslah menjadi estafet keluarga yang selalu Allah cintai.

#Hari dimana menjadi saksi sejarah Hidupku
Alhamdulillah.
Segala Puji hanya untuk-Mu Yaa Rabbi Pemilik Kesempurnaan.

Sabtu, 08 Juni 2013

NOSTALGI(L)A #3

Akhirnya...
Atas permintaan pelaku, saya akan melanjutkan #ending dari cerita ini.
Maaf ya baru bisa memenuhi permintaannya. hihi.

Si Tono, Budi, dan Saya.. Apa akhir dari cerita ini??
Penasaran kan pasti??
Oke, kita mulai bercerita..


Oke, singkat cerita kami semua berteman baik ^_^

Si Tono yang memiliki jiwa kepribadian A (hasil analisis sendiri hehe..) dimana selalu berjuang dan ga pernah ada kata kalah atau pun menjadi yang tertinggal di kamus kehidupannya pun sepertinya sukses dalam karir dan perjalanannya :D (Sukses ya! Semoga barakah di setiap detiknya :D)
Tidak terlalu banyak yang saya tahu sih, ya berhubung udah jarang komunikasi lagi.
Tapi sepertinya dia menjadi pribadi yang lebih baik (Semoga aamiin :))
Saran dari saya cuma kurangin melankolisnya yaa dan lebih jujur sama diri sendiri (*nasehatin diri sendiri juga sih sebenarnya* hha)

Lalu bagaimana dengan Si Budi?
Si Budi sih sepertinya juga menjadi jiwa yang lebih kuat, di samping jiwa melankolisnya. Ya saya pun bingung harus menceritakan apa, saya juga kurang tau banyak tentang si Budi (Abis si Budi nya tertutup sih. hhi)
Kedekatan saya padanya pun sebenarnya tak jauh beda seperti kedekatan dengan teman biasa (bener deh!)
Hanya saja waktu itu lagi masanya putih abu-abu, jadinya ya gitu deh (tahu kan maksudnya. hhe)
Tapi makasih ya untuk semuanya, apapun itu :D *senyum gigi putih*
Yang saya liat sih dia sepertinya sedang berusaha untuk jujur pada dirinya sendiri.
Hmmm.. saya jadi keinget sama acara TV kemaren-kemaren, yang intinya
"Lakukanlah apa yang ingin dan dapat kamu lakukan,
bukan apa yang orang lain katakan."
Sepertinya kata-kata itu cocok untukmu saat ini. (*sok tau* hihi)
Ga ada yang salah kok sama semua yang udah terjadi, semua adalah proses. Jadi lebih berbaikan sama diri sendiri aja dulu :) Semoga ke depannya menjadi pribadi yang lebih baik lagi yaa :)) Semangat!!

Lalu bagaimana dengan saya sendiri?
Saya ya begini..
Semua akan menjadi kisah sekaligus pelajaran dalam hidup saya.
Itu semua terkadang bisa membuat saya senyum-senyum sendiri dan bahkan bisa membuat saya jadi melow *hahaha*
Namanya warna kan ga putih atau hitam aja kan?
Kadang ada merah, hijau, biru, kuning, abu-abu, ungu, dan lainnya.
Semua tergantung dari diri kita sendiri bagaimana mau menyikapinya, yang penting jangan jadikan itu beban.
Lebih bersahabat dengan diri sendiri untuk saat ini sepertinya pilihan yang tepat.
Semoga kedepannya kita semua dapat mengenang ini menjadi suatu warna yang dapat menggambarkan "PELANGI KEHIDUPAN" kita yaa.

Ana uhibbukum fillah :)

-THE END-

Senin, 18 Februari 2013

Korban "Flight"

Hmmm.. Tetiba ingin menulis quotation seseorang lagi (sebut saja: Wati) hhee.. ^_^

Sekarang lagi musim-musimnya hujan, dingin brrr~
Selain itu, banjir pun dimana-mana..
Tapi disini saya tidak ingin memaparkan hal tersebut, saya hanya ingin menyampaikan sebuah quotation si Wati itu saja. hehe

Begini kronologinya...
Mahasiswa tingkat akhir (jreng~jreng~jreng~), apa hubungannya? :|
Gitar pun terpetik dan hujan pun turun (rada melow yaa. hhe)
Suatu ketika, saat kami para penghuni kosan (sebut saja Rumah Jasmine - yang sebenarnya) ingin membeli makan di luar, ga ada angin ga ada ujan, ga ada pula petir menyambar, tiba-tiba si Wati ngomong gini,
"Aku menangis bukan karena aku sedih, aku menangis karena angin berhembus."
Lalu apa yang terjadi? Saya kaget dong! Tiba-tiba dia bilang gitu kagak pake kode apa gitu. hha
Terus saya cuma bisa bingung sambil mengkerutkan kening, berfikir lebih keras, berfikir dan berfikir apa sebenarnya maknanya. Hmm. langsung saya tanya aja, "Apa sih maksudnya?"
Eh, dia malah senyum-senyum doang.

Setelah saya teliti (kayak detektif aja) haha. ternyata Si Wati begono karena sindrom pasca nonton drama Korea (wualaaah... gubrak!) Pantesan seharian dia melow-melow gitu. hihi.

Jadi kesimpulannya, kalo kita ngeliyat atau ngerasa teman kita lagi melowlita abis, jangan nge judge dia lagi sedih atau terlalu sensitif. Karena bisa jadi itu efek dari nonton drama apapun itu atau justru nonton kisah sesungguhnya. hahaha (just have fun yoo ^_^9)

Minggu, 17 Februari 2013

Hikmah #2

Masih bingung dengan tukang parfum dan temannya? hhee
Jangan bingung toh.. Woles bahasa kerennya mah. hhi

Maksud dari postingan sebelumnya kalo hidup itu ada 2 pilihan, yaitu menjadi "tukang parfum" atau "temannya" itu simple kok. Tak serumit yang dibayangkan. Howalah..
Intinya, dalam kehidupan itu hanya ada 2 pilihan, ingin menjadi agen perubahan, atau hanya menjadi pengikut dari perubahan itu sendiri. Nah! Keterkaitannya dengan tukang parfum dan temannya, kaitkan sendiri yaa. Kan teman-teman cerdas dan berprestasi (kok jadi iklan. hha).
Ga bingung lagi kan? Jadi itu maksud yang ingin saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi yang membaca ^_^

Alhamdulillah~ Malam ini, jiwa-jiwa saya yang sempat tertidur menjadi bangkit kembali. Kenapa? Malam ini saya diingatkan dengan quatation teman saya lagi (sebut saja: Retno)
Begini ceritanya.....
Suatu ketika di ruang tengah, saya bersama teman-teman kosan sedang berkumpul sambil menonton televisi. Malam ini jadwalnya acaranya "Pak Mario Teguh". Ketika lagi memindahkan chanel televisi, teman kosan saya meminta kepada si Retno untuk memeindahkan chanel ke acara Pak Mario Teguh" tersebut, katanya, "Lagi butuh motivasi nih!". Sontak si Retno menjawab,
"Motivasi itu bukan diberi, diminta, atau dicari, tetapi dibangkitkan! Karena sebenarnya motivasi itu sudah ada dalam diri kita sendiri. Jadi kita hanya perlu membangkitkannya saja."
Subhanallah~
Lagi-lagi saya diingatkan betapa selama ini saya salah menilai.
Ketika saya lagi males dan tidak semangat, saya suka mengeluh, "Butuh motivasi nih!". Padahal sebenarnya motivasi itu sudah ada dan tetap ada dalam diri kita sendiri. Kita hanya kadang kala perlu untuk membangkitkannya ketika ia tertidur. Emang bener sih, mau berapa orang yang ngasih motivasi ke kita, kalau diri kita sendiri yang tidak memutuskan untuk bangkit, sampai kapanpun ia ga akan bangkit-bangkit.

Jadi kalo kita lagi down, teriaklah "BANGUNLAH MOTIVASI YANG SEDANG TIDUR! BANGKITLAH!" (^_^)9

Hikmah #1

Alhamdulillah..
Hari ini hari yang penuh makna, penuh hikmah, dan penuh teguran. :)
Memang benar kata pepatah, "Jika kita berteman dengan orang yang berjualan parfum, maka kita akan ikut menjadi wangi" ^_^

Di suatu waktu terjadilah percakapan saya dengan teman saya (sebut saja: Iin)
Kami sedang bersanda gurau sambil berbincang-bincang.
Kami pun ingin menjalankan rencana kami, yaitu ingin perawatan mata. Kenapa? Kami sama-sama memakai kacamata karena mata kami minus. Makanya kami memutuskan untuk melakukan perawatan mata agar minus kami berkurang, salah satunya obat mata yang terbuat dari madu (karena ini bukan ajang iklan, jadi saya tidak menjelaskan secara terperinci ya. hhe). Dan kita semua pun sudah tahu kan kalau madu itu adalah segala macam obat  (saya lupa ayat Al-Qur'an nya, cuma menurut risalah Rasulullah, beliau sering menggunakannya) :D
Padahal kalau dipikir-pikir, Allah udah sayang banget sama kita, tapi kenapa kita masih ga bisa menjaga pemberian-Nya? Astaghfirullah. Lagi-lagi diingatkan ^_^

Di tengah-tengah pembicaraan, si Iin melontarkan sebuah quotation seperti ini
"Segala sesuatu yang kita lihat di dunia ini akan kita pertanggungjawabkan nanti di akherat kelak."
Subhanallah! kata-katanya singkat, padat, dan menohok, dan sekilas seperti ada sambaran kilat di atas kepala saya (kayak di tipi-tipi hhe). Astaghfirullahal'adzim.. Apakah kedua mata ini, yang merupakan titipan-Nya sudah menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya? Sudah berapa banyak pemandangan yang seharusnya tidak dilihat dengan menggunakan kedua mata ini? Astaghfirullah..Astaghfirullah.. Bagaimana nanti saya akan memepertanggungjawabkannya kelak? (petir langsung menyambar hhee)

Ya Allah, Ya Rabbi...
Ampunilah hamba Ya Allah..
Astaghfirullah.. Astaghfirullah..Astaghfirullahal'adzim...
Ya Rabbi, ampunillah segala sesuatu yang tidak seharusnya saya lihat dengan kedua mata ini..
Ya Rabbi, ampunilah segala sesuatu yang tidak seharusnya saya dengar dengan sepasang telinga ini..
Ya Rabbi, ampunilah segala sesuatu yang tidak seharusnya saya ucapkan dengan lidah ini..
Ampuni hamba Ya Allah..
Astaghfirullahal'adzim..

Teguran yang sangat sederhana, namun berdampak besar.
Kita terlahir di dunia ini hanya ada 2 pilihan, yaitu menjadi tukang parfum? atau temannya? ^_^9

Jumat, 15 Februari 2013

NOSTALGI(L)A #2

"Lalu apa yg terjadi dengan si Tono? dan apakah ungkapan hati si Budi diterima?"

Hmmm.. Kasih tau ga ya? (hehehe..)
Tono dan Budi alhamdulillah sehat wal'afiat kok sampai sekarang.. (hahaha)

"Waktu itu, tanpa berpikir panjang, saya pikir jawaban "YES" ga masalah. Kenapa ga dicoba? Itu sih pemikirian saya dulu, yang masih belum terlalu serius ke arah sana (Ke arah mana hayoo? haha)
Dan "YES" saya itu lah yang berdampak ke Tono. Kok bisa? Itulah yang tadinya saya tidak mengerti (emang sekarang udah ngerti?) hhaa.
Kelabilan emosi Tono saat itu saja yang membuat dia ga berpikir panjang. Kata orang-orang sih itu namanya patah hati (emang iya?!) haha. Lumayan lama dia menghindar untuk mencari kestabilan emosinya kembali. Bisa dibilang ga bisa dihitung hari, minggu, bahkan bulan. Tahunan! yaa Tahunan! Selama *tahun dia menganggap saya seakan-akan emang ga ada. Wajar sih. Tapi kalo liat respon dia seperti itu, rasanya saya itu makhluk terjahat di dunia. Kata maaf aja ampe ga cukup. Susah emang yang namanya "ikklas" itu.

Tapi 1 yang saya dapet,
"Persahabatan itu ya persahabatan.  Sampai kapanpun kamu mencoba melupakannya, itu akan semakin terlihat jelas di alam pikiranmu!"
Balapan motor yang dia lakukan itu hanya luapan emosi saja. Dia masih bisa berpikir sehat kok saat itu. Alhamdulillah tidak rerjadi sesuatu hal yang buruk saat itu. Kalau saja terjadi, mungkin saya juga ga bisa memaafkan diri saya sendiri sampai sekarang.

Mengingat kembali itu seolah-olah kita benar-benar sedang menari-nari dalam kejadian masa itu. Kejadian itu terlihat jelas, tak terlupakan satu hal pun (lebay!)

Ketika saya baru pertama kali yang namanya dekat dengan seseorang dengan ikatan yang berbeda (itu saya rasakan di masa akhir putih abu-abu), yang namanya berbagi cerita dengan para sahabat-sahabat yang setia mendengarkan dan menemaniku menangis. Semua itu saya rasakan.

Sebenarnya mengingat masa-masa putih abu-abu itu menyenangkan. Tertawa geli, senyum-senyum sendiri sampai dibilang kayak orang gila kalo diinget-inget. Mengingat boleh, tapi setidaknya jangan mengulangi sesuatu hal yang salahnya. (hhoho)

Seseorang berkata,
"Tak ada yang salah dengan cerita kehidupan kita, semua itu adalah cerita yang sudah tertulis.  Yang menjadi tantangan hanyalah bagaimana kita menghadapi kedepannya.  Apakah akan menjadi lebih baik, sama saja, atau malah lebih buruk?  Itulah PILIHAN!"
Setiap orang yang mempunyai hubungan dengan kita, hubungan apa pun itu, akan menjadi bagian cerita dalam hidup kita. Semua tergantung dari diri kita sendiri. Mau menjadi cerita pembangun, pembangkit, cerita aja, atau malah cerita terpuruk? Semua PILIHAN sist, bro!"

Ini lah ceritaku, bagaimana dengan cerita mu?

Senin, 11 Februari 2013

NOSTALGI(L)A #1

Tertawa geli jika saya melihat kembail postingan2 blog yang jaman dulu kala.
Rasanya lebay gituu. hhaa
Udah lama nih ga nulis di blog, ya walaupun tulisannya tidak begitu bagus (mungkin). hhe

Sekarang saya ingin menulis kembali, menulis kepingan-kepingan itu. ciaaa.. ya seperti lagunya Pasto (pergi untuk kembali) haiiyaaa. hehe

Tau kan kamu? (Pasti tau dong. :)) Kemarin saya baru buka blog ini kembali dan menggantikan title nya dengan "KEPINGAN MELANKOLIS". Kenapa saya ganti? Soalnya setelah diliat-liat, postingannya mellow semua. wuahaha Mungkin itu sisi melankolis saya sebagai wanita kali yaa. Wajar dong.. :)

Yiaah, walaupun banyak juga orang yg ga suka meloow, tapi percaya deh, semua orang itu punya sisi mellow nya, walaupun ga sama sih. hhee.. Mungkin ini mekanisme koping saya dalam mengatasi kegundahan hati atau bahasa kerennya Melankolis. Jadi, bagi siapapun yang menertawakan sisi melow seseorang itu sama saja dengan tidak menghormati hak dia sebagai manusia yang memiliki akal dan perasaan. Setuju?! Setuju atau tidak, setuju weh nyaak (sunda nya mulai keluar) haha.

Saya terlalu melankolis mungkin iya, tapi terlalu cuek juga iya (Nah lho!) hihi. Terlalu cuek disini mungkin lebih ke sisi tahu dan tidak tahunya mungkin yaa, dan mungkin juga dilihat dari sisi respek atau tidak dengan keadaan luar. Kenapa demikian? Karena saya seringkali dibilang "GA PEKA" dengan keadaan seseorang. 

Masih bingung? Oke deh, saya kasih contoh real nya begini :

"Suatu ketika (agak lebay dikit gpp ya? hhe) zaman dulu kala lah pokoknya. Zaman putih abu-abu (jaman nya galih dan ratna) hihi. Kagak cerita-cerita nih kalo ngomongin jaman mulu. hehe. Oke deh, dimulai yaa..
Di jaman itu, saya pernah disukai sama sahabat saya sendiri (sebut saja Tono) dan mungkin dampaknya masih sampai sekarang (hayoo lho!! anak orang) haha. Saya sih sebenarnya bukan ga peka juga sih, Tapi lebih tepatnya kagak mau ke-GR an. haha. Sampai suatu ketika, ada seorang laki-laki (sebut saja Budi) yang mengutarakan perasaannya kepada saya. Kesempatan bagus nih, masa ditolak? hhaha . Wajar ya, itu masih pemikirian jaman dulu. hha. Terus hubungannya dengan sahabat saya tadi apa?? Si Tono ngamuk berat, sumpah!! bukan kayak orang deh sepertinya. Dia berubah ampe 180 derajat. Saat itu sih saya masih belum tau ya sebabnya kenapa. Dia kagak mau bilang kenapa2nya. Cerita-cerita lagi udah jarang. Cuma emang rada aneh sih yaa, dia kagak bilang kenapa apanya, tiba-tiba langsung diemin saya dong, bahkan dia sampai menghindar, dan lebih nekatnya dia ampe balapan motor (agak lebay nih. hhe) untuk ngilangin stres nya. Wow!! Pasti sebagian orang ngomong gitu, tapi perasan saya saat itu serba salah bro! Dan saya pun ga bisa berbuat apa-apa."

Lalu apa yg terjadi dengan si Tono? dan apakah ungkapan hati si Budi diterima?

Berhubung saya harus ke kampus, nanti saya lanjutin lagi yaa..

~to be continued~

Minggu, 13 Mei 2012

Perkembangan Pendidikan Indonesia


02 Mei. Teman-teman tahu itu hari apa?
Ketika bertanya akan moment pada saat itu, tak jarang hanya sedikit yang tahu.
kalaupun tahu, tak sedikit yang menghiraukan.

Hari Pendidikan..
Ya, tepat sekali.
Tepatnya Hari Pendidikan Nasional.
Masih Nasionalkah?
Masih pedulikah negara Indonesia yang kita sanjungkan ini terhadap pendidikan?
Renungkanlah teman-teman.. :)

Coba kita balik lagi ke perjuangan pahlawan-pahlawan kita sampai menetapkan tgl. 02 Mei ini sebagai Hari Pendidikan Indonesia.
Subhanallah.. Jungkir balik memperjuangkannya bukan?
Jangan bilang teman-teman lupa Bapak Pendidikan Indonesia kita yang memperjuangkan Indonesia itu siapa.
Jangan bilang iyaaa..
ckckck,, Astaghfirullahal'adzim..
Cari tahu yaa siapaa.. Kalo sampai ga ketemu, berarti nilai IPS nya NIHIL. hihi, :)

Ini cerita nyata dari perjuangan seseorang yang sangat ku kenal..
Sebut saja "Bunga". hihi. :)

Jujur, bertahun-tahun saya bersekolah, menuntut ilmu sampai jungkir balik, baru kali ini hati saya bener-bener tersentuh.
Aww!!
Tersentuh? Pasti banyak yang bertanya-bertanya kan?
"Tersentuh kenapa? Emang apa yang terjadi? Ada yang salah?"
pasti teman-teman bertanya seperti itu kan? hehe

Saya pun terheran-heran, kenapa baru sekarang menyadari..
Ckckckck..
Tapi bersyukurlah menyadari, daripada hanya bisa tertidur dan tidak bangun-bangun. hehe.

Begini ceritanya, ceritanya begini, jadi begini ceritanya..
(Kapan mulainya? huh! hehe)

Sebelumnya, ini bukan berarti menyindir atau apa..
ini hanyalah sebuah ungkapan hati dan pikiran yang selama ini ternyata tertidur,
dan entah sampai kapan orang-orang yang masih tertidur itu akan bangun dari sarangnya..
Semoga saja cerita ini tidak menimbulkan salah paham dari pihak mana pun dan justru akan memperbaiki sistem yang seharusnya diperbaiki. aamiin..

Teman-teman tahu siapa yang memimpin negara ini?
Ya, pasti semua langsung menjawab, "Pak Presiden!!"
Lalu apa sih tugas presiden itu??
Memimpin bukan? Memperjuangkan bukan? Mengatur bukan? Mensejahterakan rakyatnya bukan?
Sekarang pertanyaannya dibalik,
Sudahkah teman-teman merasa dipimpin? Sudahkah teman-teman merasa sejahteraa??
#jawab sendiri dalam hati yaa. dan renungkan..:)

Kita balik lagi ke cerita Si Bunga..
Jadi Si Bunga itu barulah pulang dari Negara nun jauh disana, Texas, USA.
"Waw!! Jauh banget!! Ngapain disana? Jalan-jalan ya? Asik banget dah."
Pasti itu pertanyaan yang ada dibenak teman-teman kan?
Ckckck.. Sungguh susahnya berhusnudzon yaa. hehe
Teman-teman salah besar kalau men-judge si Bunga pergi jalan-jalan ke Texas, USA.
Kenapa? Karena nyatanya beliau tidak jalan-jalan.
Sama sekali TIDAK!!
Beliau kesana memperjuangkan nama negara yang sangat kita cintai ini, kita sebut saja Indonesia bersama temannya (Sebut saja Mawar)
dalam Lomba International Sustainable World Engneering Environment Project Olympiad selama 6 hari dari tanggal 2 Mei-7 Mei 2012. (Waw!! Ini nyata lho!)

Jungkir-balik, jungkir lagi, baik lagi, dan terus-terusan. Itu yang mereka rasakan.
Teman-teman tahu mereka kelas berapa?
2 SMA..
2 SMA teman-teman.
Usia-usia produktifnya untuk memperjuangkan Indonesia secara Internasional bukan?

Lantas apa yang terjadi?

Jujur saya beritahukan bahwa mereka HAMPIR TIDAK JADI PERGI KE TEXAS, USA.
Kenapa? Kok bisa?

Pertama,
Dari pihak Yayasan sekolah mereka hampir tidak menyetujui, bahkan tidak mendukung.
Waw!! Kenapa? Padahalkan niatnya kan baik. Ya nggak? ckckck..
Tapi tenang teman-teman, baru hampir.
Dan Alhamdulillah setelah dilobi akhirnya Pihak Yayasan Sekolah pun menyetujui.
Jangan membayangkan semudah membalikkan telapak tangan yaa.. Ini bener-bener perjuangan. ^_^

Kedua,
Sponsor..
ya, sponsor..
Harus kemana nyari sponsornya?
Masa si harus ke negara sebelah? sok iyaa itu mah.
haha..
Subhanallah.. dahsyatnya mencari sponsor itu ampe engap-engapan napasnya.
ckck.. Kalo diibaratkan berlari, sampe mau pingsan lah. (lebay dikit lah yaa.. hehe)

Kenapa bisa susah sih?
Mana Dinas Pendidikan yang katanya memperjuangkan pendidikan Indonesia?
Mana Pemerintah, bahkan menteri yang memperjuangkan pendidikan Indonesia?
Mana Pemimpin kita yang katanya peduli sama rakyatnya?
ckck.. astaghfirullahal'adzim.

Bapak-bapak, Ibu-ibu yang terhormat, mereka bukan jalan-jalan lho ke Texas, USA itu.
Mereka mau memperjuangkan dan mengharumkan nama negara tercinta kita ini.
Mereka bukan study banding Bapak-bapak Ibu-ibu..
mereka pure ingin membawa Nama Indonesia ini.
Untuk apa??
Ya untuk membuktikan ke Seluruh negara bahawa ini lho Negara Indonesia.
Hebat bukan pendidikannya?
Hallo Bapak-bapak Ibu-ibu..
Tengoklah sebentar..
Masa menengok pun engan sih?
Apa salah?
ckckck..

Begitu banyak Media massa yang mengekspose akan hebatnya mereka dalam memperjuangkan nama Indonesia ini.
Tapi nyatanya apa?
Tersentuh atau menengok pun untuk sekedar melihat dan memberi dukungan pun tidak.
Kenapa ini Bapak-bapak dan Ibu-ibu terhormat?
Mereka bukan minta materil yang berarti kok.
Setidaknya dukungan dan dorongan. (Tapi kalo dikasih materil alhamdulillah banget sih. hehe)
Mana? Mana? Mana?

Apakah Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang terhormat itu tahu bahwa mereka sekarang bukan sekedar memperjuangkan nama Indonesia,
tapi sudah mengharumkan nama Indonesia secara Internasional??
Teman-teman tahukah bahwa mereka berhasil mendapatkan Medali perunggu. Bronze Medal for Indonesia.
Waw! Internasional.

Lihat Bapak-bapak Ibu-ibu..
Lihat kesini!
Tengoklah sebentar.
Mereka berhasil mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional.
Dunia sudah mengakuinya..

Tapi mana pemimpin negara Indonesia?
Menengok sekedar berjabat tangan untuk memberikan ucapan selamat dan terima kasih pun tidak. TIDAK SAMA SEKALI.
Bahkan menyambut di bandara pun tidak. TIDAK SAMA SEKALI.
Mereka berjuang lho Bapak, bukan jalan-jalan (bukan bermaksud menyinggung. hehe)

Jangan jauh-jauh ke pemimpin negara deh.
Ke wilayah dulu deh.
Bapak Dinas Pendidikan Wilayah mana?
Janji untuk ketemu pun diingkari dan sampai sekarang pun tidak jadi ketemu.
ckck..

Mereka yang sudah berjuang, bahkan menharumkan nama Indonesia, apakah ini apresiasinya?
Mana apresiasi nya Bapak-bapak Ibu-ibu yang terhormat??

Mungkin apresiasi tidak begitu penting.
Tapi dukungan moril, dorongan. Manaaaaa?

Untuk sekedar mengajak berbincang dan memberikan petuah sedikit pun tidak bisakah?
Sesibuk itukah?
Setidaknya perwakilannya.
Tidak adakah?
Miris sekali bukan teman-teman??
ckckck. Astghfirullahal'adzim..

Tidak adanya dukungan dari Bapak-bapak Ibu-ibu yang terhormat pun mereka sudah mampu mengharumkan nama Indonesia dan mendapatkan Bronze Medal.
Apalagi kalau dari awal sudah mendapatkan dukungan penuh??
Mungkin bisa sampai Gold Medal yang diperolehnya.
Mungkin sajaa.
Karena menurut ilmu yang saya peroleh, dukungan moril itu sangat-sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan seseorang.
Perhatian yang menyeluruh pun akan sangat berarti.

Itulah yang menyentuh dan membangunkan saya, teman-teman.
Sedikit bercerita tentang pengalaman akan seseorang yang sudah saya kenal dekat.
Sekarang saatnya teman-teman terbangun.
Bagaimana pendidikan di Indonesia sekarang ini?
Apakah benar-benar sudah mensejahterakan rakyat??
Apakah sudah teman-teman rasakan?
Renungkanlah teman-teman..

Semoga cerita singkat ini dapat menjadi inspirasi teman-teman sekaligus dapat membangunkan para pemimpin yang masih tertidur.

Hidup Indonesia!!!
Hidup Pendidikan Indonesia!!
Hidup Kesehatan Indonesia!!

-pure story by EYR-
20:32 11/05/2012

Selasa, 13 Desember 2011

-TRAGEDI 131210-


365 hari..
365 hari berlalu..
365 hari terlewati..

gelap..
gempar..
hancur..
berantakan..
rapuh..
tak berdaya..

air mata tak bisa berhenti membasahi kedua bola mata..

semua berusaha mengembalikan cahaya itu..
semua cahaya disekitar ikut membantu menerangkan hati yang sudah gelap itu..
semua terjadi tanpa rencana..
semua terjadi begitu saja..

kepala tak berhenti berputar..
terasa langit pun ikut merasakan putaran itu..

10 hari kemudian berlalu tanpa daya..

dan akhirnya bertemulah kedua hati yang redup itu..

tak ada kata yang mampu menggambarkan keadaan hati keduanya..
namun air mata itu..
air mata yang terpendam begitu lama..
tak mampu lagi ditampung..

TUMPAH!!!!
semuanya keluar..
tak bersisa..
PLONG!!

sekarang itu semua hanya warna gelap..
warna gelap yang menegaskan hati kita..
yang membuat kanvas hati lebih indah..

semoga keindahan itu adalah keindahan dengan RIDHO-NYA..

I’ve been living with a shadow over head
I’ve been sleeping with a cloud above my bed
I’ve been lonely for so long
Trapped in the past I just can’t seem to move on
I’ve been hiding all my hopes and dreams away
Just in case I ever need ‘em again someday
I’ve been setting aside time
To clear a little space in the corners of my mind

All I wanna do is find a way back into love
I can’t make it true without a way back into love
Oh oh

I’ve been watching but the stars refuse to shine
I’ve been searching but I just don’t see the signs
I know that it’s out there
There’s gotta be something for my soul somewhere
I’ve been looking for someone to shed some light
Not somebody just to get me through the night
I could use some direction
And I’m open to your suggestions

All I wanna do is find a way back into love
I can’t make it through without a way back into love
And if I open my heart again
I guess I’m hoping you’ll be there for me in the end

There are moments when I don’t know if it’s real
Or if anybody feels the way I feel
I need inspiration not just another negotiation

All I wanna do is find a way back into love
I can’t make it through without a way back into love
And if I open my heart to you
I’m hoping you’ll show me what to do
And if you help me decide again
You know that I’ll be there for you in the end


Rembulan yang merindukan bintangnya..

20:19 13/12/2011


Senin, 05 Desember 2011

REDUP


Sesuatu terasa menghilang..
Tak tahu kemana..
tak tahu mengapa..

Apakah ini petanda atau sebuah isyarat??
Apakah petunjuk dari-Mu hasil dari doa-doaku?
Ya Allah,, dalam keraguan ini,,
Berikan lah hamba petunjuk-Mu..
Berikan hamba keyakinan sehingga ragu-ragu itu pun hilang..

Tak tahu mengapa ini ku rasakan lagi..
Aku mulai ragu..
Apakah ini benar adanya atau hanya firasatku saja?

KEMANA KAMU??
KAMU SEPERTI ASIK DENGAN DUNIA MU SENDIRI!!

AKU KECEWA..
DAN AKU MULAI GOYAH..

apa yang seharusnya ku lakukan agar kamu tahu apa yang aku rasakan?
Apakah bisu ku ini tidak menyadarkan mu?
apakah acuh ku ini merupakan sesuatu hal yang menurut mu biasa saja?

Aku semakin tak tahu apa yang ada dalam rencanamu..
Engkau dekat ketika ku menganggapmu sudah terlalu dekat..
Engkau pun jauh ketika ku menganggapmu menghilang..

PERIH..
Tak tahu kata-kata apa yang sebenarnya pantas untuk menggambarkan perasaanku saat ini..
KECEWA...
Jelas ini membuatku kecewa..
Harapan-harapan yang dulu ada dibenakku kini mulai ku hapus satu per satu..

Jelaskan caramu!!
Jelaskan mau mu!!
Sehingga ku tak merasa seperti ini lagi..
Yakinkan aku jika itu emang harapanmu..

Ya, Rabb penguasa segalanya..
Hanya kepadamu hamba memohon dan meminta pertolongan,
Ku mohon tunjukkan hamba jalan-Mu..
jalan yang penuh Ridha dan Rahmat-Mu..
Aamiin..

7:01 02/12/2011

Selasa, 08 November 2011

Redupnya Cahaya Bintang



Ketika sahabat kita tidak mau memaafkan kita, siapa yang tidak sakit??
Ketika shabat terdekat kita mendiamkan kita, siapa yang tidak sakit?
Ketika Kesalahpahaman menghancurkan semuanya, siapa yang tidak sakit hati??
Ketika masalah berlarut", siapa yang tidak sakit hati??


diamkah kita??
Bisa tenangkah kita??
Bisakah kita tersenyum dengan ikhlas ke semua orang?
Bisakahkah kita menyembunyikan sakitnya hati ini??
Bisakah kita menjalani hari-hari tanpa ada yang mengganjal??


Ya,,
aku sakit hati..
Jujur,,
hati ini sakit sekali..


Siapa yang tidak sakit??


Semua bilang ini kesalahpahaman..
Tapi apa??
Apakah bisa dibilang kesalahpahaman kalu masih berlarut-larut seperti ini?
Apakah masih bisa dibilang hanya masalah kecil kalau masih berlarut-larut seperti ini?
Siapa yang betah dengan perasaan seperti ini..


Tapi apa daya..
Emang aku yang bodoh..
Aku yang terlalu egois..
Aku yang acuh..
Semuanya salah aku..
ANDA BENAR!!
AKU YANG SALAH!!
SEMUA INI SALAH AKU!!


Puaskah anda??
Apakah aku harus memaparkan semua kesalahanku baru anda memaafkanku?
Apakah aku harus bersujud dan bersimpuh di hadapanmu baru anda mau memafkanku?


Aku tak tahu..
Hubungan macam apakah ini?
Sahabatkah??
Saudarakah?
atau malah sekarang sudah menjadi musuh?


Ya Allah..
Hilangkan penyakit ini di dalam hatiku, Ya Rabb..
Sungguh,, bukan ini yang ku mau..
Bukan ini yang ku inginkan..


Aku emang sudah menyakitimu,, tapi tak adakah ruang maaf itu untuk ku?
Sehina itukah aku?
Aku mungkin tak berprasaan..
Aku mungkin tak bisa mengerti dirimu..
Tapi bisakah kau menjelaskan kepada ku, dimana salah ku?
Dimana sikap yang membuatmu tak nyaman di dekatku?
Bisakah kau memakiku tuk mengatakan bahwa aku salah?
Bisakah kau memarahiku agar ku tak mengulangi kesalahan yang sama?
Bisakah kau tidak hanya diam?


Sungguh,, aku benci diam mu..
Aku kesal dengan sikapmu yang berusaha lari dari masalah ini..
Aku benci sikap ini..
Tapi sampai kapanpun aku tak kan pernah benci kepadamu..


Karena apa??
Karena kau adalah sahabatku..
Karena kau adalah teman dekatku..
Karena kau adalah saudaraku..


Tak mungkin aku bisa membenci sahabatku sendiri..
Tak mungkin aku bisa membenci teman dekatku sendiri..
Tak mungkin aku membenci saudara ku sendiri..


Bagaimana ukhuwah yang telah terjalin selama ini?
Sia-siakah?
Percumakah?


Tak ada yang sia-sia..
Tak ada yang percuma..


Ku mohon, bicaralah kepadaku..
Aku tak mungkin marah kepadamu,, karena kau tidak melakukan kesalahan apa" kepadaku..
Aku tak mungkin memakimu, karena tak ada kata hina yang pantas untukmu..
Aku tak pantas memarahimu, karena ku tahu kesalahan itu ada padaku..


Tapi ku mohon dengan sangat..
Jangan diamkan aku seperti ini..
Jangan perlakukan aku seperti kau tak pernah bertemu kepadaku..
Sakit??
Ya jelas..
Sakit sekali..


Ku tak tahu mengapa ini terjadi..
Yang jelas Allah sedang neguji ukhuwah kita..
Aku sayang kamu..


Ya,, aku sayang kamu..
Kalau tidak,, mengapa aku masih menginginkan maaf darimu?
Kalau tidak, mengapa aku masih memohon kepadamu?


Saudariku,,
Aku tahu itu kesalahpahaman..
Tapi apakah kamu tenang dengan perasaan semacam ini?
Apakah kamu senang dengan hubungan semacam ini?


Aku tak tahu..
Aku harus melakukan apa untukmu..


Aku hanya bisa bersujud kepada-Nya..
memohon untuk membukakan pintu maaf di hatimu..


Aku tahu sakitnya tidak dihargai..
Aku tahu sakitnya tidak dipedulikan..


Tapi apakah hati itu benar-benar sudah tidak apa celah maaf lagi untukku?


Saudariku,,
Sampai kapanpun kau tetap saudariku..
Anna uhibbufillah..


#Redupnya Cahaya Bintang


Jatinangor, 03 November 2011
at 22.09 WIB